openPR Logo
Press release

Industri Pendidikan Kedokteran Indonesia memiliki total 71 Sekolah Tinggi Kedokteran termasuk Institusi Perguruan Tinggia Negeri dan Swasta yang menawarkan Program Sarjana dan Spesialisasi: Ken Research

07-20-2022 11:34 AM CET | Advertising, Media Consulting, Marketing Research

Press release from: Ken Research

Industri Pendidikan Kedokteran Indonesia memiliki total 71

• Pendidikan kedokteran di Indonesia membutuhkan waktu setidaknya 5,5 tahun ditambah 1 tahun Magang untuk memenuhi syarat program master. Mahasiswa yang telah menyelesaikan 3,5 tahun pertama dianggap sudah lulus, dan diberikan gelar "Sarjana Kedokteran" (Sarjana Kedokteran).
• Tingkat kelulusan di Indonesia untuk kursus Dokter sekitar 88% pada tahun 2020.
• "Pembayaran Biaya Sekali Pakai" khususnya di perguruan tinggi swasta merupakan salah satu tantangan utama bagi sebagian besar calon dokter di Indonesia. Telah ada protes massal terhadap tren ini.

Pasar Pendidikan Kedokteran Indonesia: Populasi Indonesia telah meningkat pesat selama beberapa dekade terakhir dan mencapai 272 juta pada tahun 2020. Diperkirakan akan terus tumbuh pesat di tahun-tahun mendatang juga yang mengarah pada peningkatan jumlah calon medis di negara ini. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan Anggaran Kesehatan dan Pendidikan negara untuk memfasilitasi permintaan yang meningkat. Semua calon medis harus menjalani Pemeriksaan untuk mengejar Sarjana Ilmu Kedokteran dan menjadi Dokter. Dibutuhkan sekitar 10-13 tahun untuk menjadi dokter spesialis di Indonesia.

Pemberdaya Pendidikan Kedokteran di Indonesia: Indonesia dianggap baik dalam pendidikan kedokteran karena menyediakan lingkungan yang bagus untuk menampung siswa terutama Aspiran Internasional karena faktor-faktor seperti sejumlah besar sekolah kedokteran, infrastruktur yang baik, kesempatan kerja yang tinggi dan skema beasiswa yang baik. Selain itu, pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan universitas Australia seperti University of Melbourne dan University of Queensland untuk mendirikan kampus cabang di Indonesia, sehingga semakin memperluas peluang bagi mahasiswanya..

Untuk Info Lebih Lanjut tentang Laporan Penelitian, Klik tautan di bawah ini: -
https://www.kenresearch.com/education-and-recruitment/education/landscape-of-indonesia-medical-education-market/465122-99.html

Program Spesialis di Indonesia: Ada banyak program spesialis yang tersedia di Sistem Pendidikan Kedokteran Indonesia seperti Dokter Anak, Bedah, Penyakit Dalam, Oftalmologi, Anestesiologi dan banyak lagi. Kebanyakan program spesialis ditawarkan oleh lembaga publik yang memiliki modul pembelajaran dan pelatihan yang terstruktur dengan baik. Apalagi Spesialisasi di Indonesia membutuhkan gelar Sarjana ditambah 1 Tahun Magang, Praktek rotasi dan kelulusan ujian dewan yang dilakukan oleh dewan program spesialis negara.

Laporan berjudul "Lanskap Pasar Pendidikan Kedokteran Indonesia- "Perubahan yang Berkelanjutan dalam Kurikulum Kursus Telah Membantu Sistem Pendidikan Kedokteran Indonesia Meningkatkan Keterampilan Lulusan Kedokteran" oleh Ken Research menyarankan bahwa Fakultas Kedokteran menghadapi sedikit penurunan dalam hal Jumlah Penerimaan dan Lulusan di tengah masa COVID-19. Secara keseluruhan, kurikulum kedokteran dasar Indonesia adalah program sarjana yang berjalan rata-rata selama 5-5,5 tahun. Kelebihan utama mengejar kedokteran di Universitas di Indonesia (khususnya untuk Siswa Internasional) adalah faktor-faktor seperti banyaknya sekolah kedokteran di negara ini yang mengarah pada penerimaan rata-rata yang lebih tinggi, beberapa beasiswa serta kesempatan kerja yang disediakan oleh negara dan peningkatan infrastruktur.

Segmen Utama dalam Pembahasan Laporan: -
Segmentasi Pasar menurut jenis Perguruan Tinggi (Jumlah Perguruan Tinggi)
Perguruan Tinggi Swasta
Perguruan Tinggi Negeri

Segmentasi Pasar menurut Daerah (Jumlah Perguruan Tinggi)
Jawa
Sumatra
Sulawesi
Bali dan Nusa Tenggara
Kalimantan
Maluku
Papua

Segmentasi Pasar menurut Akreditasi Perguruan Tinggi Fakultas Kedokteran (Jumlah Perguruan Tinggi)
A
B
C

Dokter
Ringkasan
Proses Penerimaan
Tingkat Kelulusan
Jumlah Lulusan
Jumlah Total Penerimaan

Spesialis Penyakit Dalam
Persyaratan Pendaftaran
Struktur Biaya
Proses seleksi
Jumlah Lulusan
Jumlah Total Penerimaan
Perbandingan Lintas Perguruan Tinggi yang menawarkan Program Spesialis Penyakit Dalam

Permintaan untuk Contoh Laporan: - https://www.kenresearch.com/sample-report.php?Frmdetails=NDY1MTIy

Spesialis Mata
Struktur Biaya
Proses seleksi
Jumlah Lulusan
Jumlah Total Penerimaan
Perbandingan Lintas Perguruan Tinggi yang menawarkan Program Spesialis Mata
Jumlah Dokter Spesialis Mata di Wilayah Indonesia

Narasumber Utama
Sekolah Tinggi Kedokteran Umum
Sekolah Tinggi Kedokteran Swasta
Calon mahasiswa Sarjana Pendidikan Kedokteran
Calon mahasiswa Magister Pendidikan Kedokteran khususnya Penyakit Dalam dan Oftalmologi atau Spesialis Mata

Periode Waktu yang Tercatat dalam Laporan::
Tahun Dasar: 2020
Periode Waktu Historis: 2015-2020
Periode Waktu Proyeksi: 2021-2025

Perguruan Tinggi yang Tercakup:
Lanskap di Indonesia Daftar 10 Institusi teratas Pendidikan Kedokteran meliputi Perguruan Tinggi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Universitas Gadjah Mada, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Universitas Padjadjaran, Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Universitas Hassanudin, Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya, Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Topik Utama Pembahasan pada Laporan
Pengenalan Pendidikan Kedokteran Indonesia
Lanskap Rinci Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri
Ekosistem Pasar
Tren dan Tantangan di Industri
Basis Segmentasi Pasar Lembaga, Wilayah dan Akreditasi
Proses Penerimaan untuk Program Sarjana dan Magister
Analisis Detil Program Dokter (Ukuran Pasar berdasarkan Intake dan Lulusan)
Analisis Detil Ukuran Pasar Obat Penyakit Dalam berdasarkan Asupan dan Lulusan)
Analisis Detil tentang Ukuran Pasar Oftalmologi berdasarkan Asupan dan Lulusan)
Pemain Utama di Pasar Pendidikan Kedokteran Indonesia

Hubungi Kami: -
Ken Research
Ankur Gupta, Head Marketing & Communications
Support@kenresearch.com
+91-9015378249

Ken Research Pvt. Ltd.,
Unit 14, Tower B3, Spaze I Tech Business Park, Sohna Road, sector 49 Gurgaon, Haryana - 122001, India

Ken Research is a research based management consulting company. We provide strategic consultancy to aid clients on critical business perspective: strategy, marketing, organization, operations and technology transformation, advanced analytics, corporate finance, mergers & acquisitions and sustainability across all industries and geographies.

This release was published on openPR.

Permanent link to this press release:

Copy
Please set a link in the press area of your homepage to this press release on openPR. openPR disclaims liability for any content contained in this release.

You can edit or delete your press release Industri Pendidikan Kedokteran Indonesia memiliki total 71 Sekolah Tinggi Kedokteran termasuk Institusi Perguruan Tinggia Negeri dan Swasta yang menawarkan Program Sarjana dan Spesialisasi: Ken Research here

News-ID: 2685525 • Views: 133

More Releases from Ken Research

3 Key Insights on Competitive Landscape in Global Chipless RFID Market: Ken Rese …
Global Players Dominate the Market Holding the Majority Revenue Share Despite Presence of ~200 Competitors Comprising a Large Number of Country-Niche Players, finds a recent market study on Global Chipless Radio Frequency Identification Market by Ken Research A Chipless RFID is a form of RFID tag that transmits data using radiofrequency (RF) radiation. A Chipless RFID tag does not contain an application-specific integrated circuit (ASIC), hence the reader performs all signal
3 Key Insights on Competitive Landscape in Global Hand Dryers Market: Ken Resear …
Global Hand Dryers Market is Highly Competitive with the Presence of about ~250 Competitors Comprising a Large Number of Country-Niche Players, Regional Players, and Global Players, finds a recent market study by Ken Research Hand dryers are electric equipment/machines used to dry hands after washing them. They usually have a heating element and an air blower through which the hand dryer is activated when the hand moves into its trail- "Ken
3 Key Insights on Competitive Landscape in Global Robotic Sensors Market: Ken Re …
Few Diverse Global Players Dominate the Market Holding ~50% of Revenue Share despite Presence of about s Competitors Comprising a Large Number of Country-Niche Players and Some Specialist Players, finds a recent market study on Global Robotic Sensors Market by Ken Research Robots are mechanical devices that function autonomously and have been designed for a variety of uses. Robotics includes many different tasks like welding, assembling, monitoring, and search and rescue.
5 Key Insights on $14 Bn Opportunity in Europe Green Hydrogen Market: Ken Resear …
Driven by Rising Demand for Cleaner Energy, and Growing Environmental Issues Caused by Carbon Emissions, the Green Hydrogen Market in Europe is forecasted to Cross $14 Bn by 2030 says Ken Research Study. Green Hydrogen is increasingly gaining popularity across Europe as a way to reduce greenhouse gas emissions and due to its abundant supply, posing competition for fossil fuels such as oil and coal. Rising government initiatives to endorse the

All 5 Releases


More Releases for Kedokteran

U.S. Computer-Aided Detection (CAD) Market Generated Opportunities, Future Scope …
Computer-aided Detection (CAD) software constitutes a set of algorithms, which uses pattern recognition method predominantly to aid radiologists in detecting potentially diseased lesions or regions in the human body. The U.S. computer-aided detection (CAD) market is estimated to account for US$ 491.2 Mn in 2020 terms of value and is expected to reach US$ 680.1 Mn by the end of 2027 Request Here PDF Brochure @ https://www.coherentmarketinsights.com/insight/request-pdf/3292 U.S. Computer-aided Detection (CAD) Market: Drivers Increase
Indonesian Medical Industry has total of 71 Medical Colleges including both publ …
• Medical education in Indonesia requires at least 5.5 years of Graduation plus 1 year Internship to be qualified for the master’s course. Students who have completed the first 3.5 years are considered graduates already, and are granted the title “Sarjana Kedokteran” (Bachelor of Medicine). • Passing rate in Indonesia for the Physician course is around 88% for year 2020. • “One Time Fee Payment” especially in the private universities is one of the major